Skip to main content

Bikin Bangga, Putra Asli Bengkulu "Raja" Bank Syariah

Bengkulu- Lahir di Mukomuko Provinsi Bengkulu, Hary Gunardi (58) bikin bangga Bumi Rafflesia karena sosok hebatnya yang berperan penting dalam tumbuh kembang bank Syariah di Indonesia. Sosok hebat ini, kini diamanahkan menjadi "raja bank syariah" sebagai Direktur Utama Pertama PT Bank Syariah Indonesia Tbk. Jarang terekspos di media lokal, sosok Hery Gunardi sebenarnya sudah malang melintang di dunia perbankan. Ini pula yang membuat Presiden Joko Widodo mempercayakan Hery untuk menjadi bos di BSI. Sebelum menggenggam jabatan itu, Hery sudah diuji dengan tantangan mempersiapkan pembentukan bank. Sebagai Ketua Tim Project Management Office, ia sudah sibuk mengurus bank hasil merger dari tiga bank BRIS, BNIS dan BSM. Jauh sebelum itu, Hery memang dikenal sebagai bankir piawai. Memulai karir di Bank Bapindo sebagai staf riset dan pengembangan pada 1991, ia kemudian dipromosikan jadi analis kredit bermasalah, Kepala Sub Bagian Sindikasi Surat Utang, hingga akhirnya berada di Divisi Treasury Bapindo pada 1998. Saat krisis moneter, Bank Bapindo akhirnya merger dengan beberapa bank lainnya dan berubah menjadi Bank Mandiri. Sebagai bidan terbentuknya Bank Mandiri tersebut, karir Hery kian melesat. Di Bank Mandiri, berbagai kursi direksi pernah ia cicipi. Mulai dari direktur mikro dan ritel, direktur konsumer, direktur distribusions, direktur small business & network, hingga direktur consumer & retail transaction. Sebagai orang yang turut serta melahirkan AXA, Hery sempat duduk di kursi Direktur AXA Mandiri hingga Komisaris Utama perusahaan asuransi tersebut. Lahir Di Mukomuko Siapa sangka, Hery ternyata putra asli Kapuang Sakti Rantau Batuah. Ia lahir di Mukomuko, 58 tahun silam. Sebagai anak guru yang dididik disiplin, ia lanjut kuliah ke ITB Jawa Barat. Kemudian, melanjutkan studi ke Amerika. Ini pula nampaknya yang menjadi 'magnet', Wakil Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi bersilaturahmi ke kediaman Hery, beberapa waktu lalu. Pertemuan tersebut didampingi pula Tokoh Masyarakat Mukomuko, Hamdani Ma'akir. "Uda Hery dan Cik Dani sudah 45 tahun tak bersua. Obrolannya tentu nostalgia masa kecil," ucap Wawali. Bagi Dedy Wahyudi, sosok Hery Gunardi menjadi salah satu inspiratif bagi Bengkulu, yang mampu berbuat banyak untuk negara tercinta Indonesia. Perannya di kancah nasional menjadi motivasi bagi generasi muda Bengkulu.(**)