by

Kakanwil Zahdi: Ada Pemotongan Terungkap, Terbukti Saya Copot!

Bengkulu- Selisih Tunjangan kinerja (Tukin) sebanyak 3.779 guru Madrasah se-Provinsi Bengkulu terhutang hasil verifikasi validasi (Verval) Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) 2015 – 2018 akan segera dicairkan.

Kakanwil Kemenag Drs H Zahdi Taher M.HI mewanti-wanti kepada seluruh jajaran Kemenag bahkan kepala Madrasah agar tidak melakukan pemotongan, atau sumbangan kepada dewan guru, jika validasi validasi (Verval) yang dilaksanakan oleh operator Satuan Kerja (Satker) tuntas.

“Saya tidak mau dengar, kepala madrasah maupun jajaran Kemenag melakukan pemotongan atau berbentuk pungutan-pungutan lainnya. Jika ditemukan, tolong laporkan. Terbukti, saya copot,” kata Kakanwil ketika membuka revisi pembayaran selisih hasil verifikasi validasi BPKP 2015 – 2018, Rabu (2/6/2021).

Kegiatan revisi digelar di Hotel Nalla Sea Side Kota Bengkulu, diikuti sebanyak 57 operator Satker Ikut mendampingi Kakanwil, Kabid Pendidikan Madrasah (Penmad) Drs H Lapulangi MM, Koordinator Subbag Keuangan Drs Pahrizal M.SI, Kasubag Perencanaan H Erwan Gastra S.Pd. SAYA.

Kakanwil menyatakan akan konsisten menjaga integritas pribadi dan komitmen dengan mengingatkannya, untuk praktik-praktik transaksional, baik dalam praktik sumbangan, atau kegiatan pembohong yang dikemas dengan seremonial seperti pembinaan dewan maupun pertemuan lainnya.

“Karenanya, tolong operator ingatkan kepala Kemenag dan Kepala madrasahnya,”pesan Zahdi.

Dalam kesempatan tersebut, Zahdi meminta kepada seluruh operator agar validasi data seluruh dewan guru itu, benar-benar transparan dan akuntabel.

“Uang ini sumber masalah. Karena berkaitan dengan kesejahteraan. Jadi jangan sampai ada dewan guru yang dirugikan, pastikan verifikasi itu akurat, dan jika tuntas dan segera bayarkan,”tegas Zahdi.

Dikesempatan yang sama, Kabid Penmad Drs H Lapulangi MM, menjelaskan, dana yang telah disiapkan oleh Kementerian Keuangan untuk pembayaran imbal hasil ini sebesar Rp.25,4 M. Dimana dari total Verval BPKP, ada 3.779 guru Madrasah se-Provinsi Bengkulu yang menerima selisih tukin tersebut.

“Dari 3.779 dewan guru tersebut, tersebar di 57 Satker se-Provinsi Bengkulu,”jelas mantan Kakan Kemenag Rejang Lebong itu.

Dengan rinciannya, 393 guru dari Bengkulu Selatan, 494 dari Kabupaten Bengkulu Tengah, 408 dewan guru di Kabupaten Bengkulu Utara, 211 dari Kabupaten Kaur.

Kemudian sebanyak 529 dewan guru yang tersebar di Kabupaten Kepahiang, 251 guru dari Kabupaten Lebong, 360 dari Kabupaten Mukomuko. Selanjutnya 477 dari Kabupaten Rejang Lebong, 339 dari Seluma serta 1.134 guru dari Kota Bengkulu. Demikian dilansir dari Kemenag Bengkulu.

Comment