by

Diduga Tak Kantongi Izin, 72 Gerai Indomaret di Bengkulu Terancam Ditutup

Bengkulu, Lugasnews.com– Sebanyak 72 gerai Indomaret di Kota Bengkulu ternyata belum memiliki izin operasional. Hal tersebut diketahui ketika komisi gabungan di DPRD Kota Bengkulu melakukan sidak terhadap PT. Indomarco Prismatama, di Kelurahan Betungan Kota Bengkulu, Senin (01/03/2021).

Ketua Komisi II DPRD Kota, Indra Sukma menyebut jika dirinya mengikuti perkembangan izin operasional gerai Indomaret di Kota Bengkulu. Bahkan, ketika tahun 2015 silam legislator ini meminta agar pihak Indomarco tidak beroperasi sebelum izin operasional dan persyaratan lainnya terpenuhi.

“Dulu sejak 2015 kita memiliki kesepakatan bersama PT. Indomarco untuk melengkapi dokumen perizinan. Kalau sudah melengkapi perizinan serta siap beroperasi maka pihak Indomaret memiliki kewajiban memenuhi kebutuhan tenaga kerja dan produk UMKM lokal sebanyak 75 persen. Hingga saat ini semuanya nol besar. Tutup saja dulu sampai mereka punya izin,” kata Indra kepada awak media.

Ia pun mengaku jika pihaknya mendorong agar Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu segera melayangkan peringatan keras atau Somasi yang pertama, karena sudah beroperasi sebelum melengkapi dokumen perizinan.

“Pemkot harus mengeluarkan teguran keras terhadap PT Indomarco karena sudah melanggar aturan, dan jika nantinya tidak diindahkan serta tidak melengkapi dokumen perizinan maka akan ditindak tegas,” tegas Indra.

Sementara itu Manager Area PT. Indomarco, Budiono mengakui pihaknya belum mengantongi izin operasional 72 gerai Indomaret. Dirinya juga menyebut bahwa PT. Indomarco Prismatama Bengkulu hanya memiliki izin usaha yang terinput di sistem OSS.

“Sebanyak 72 gerai Indomaret memang belum mengantongi izin operasional, dan saat ini izin usaha baru terinput pada sistem OSS. Saat ini kami sedang melakukan penginputan data melalui website DPMPTSP, tinggal menunggu persetujuan dari Pemkot Bengkulu,” tutupnya.(Red/Adv)

Comment