by

Polres Lebong Ringkus 3 Pelaku Illegal Logging

Rejang Lebong, Lugasnews.com- Unit Satreskrim Polres Lebong mengamankan 3 pelaku Ilegal logging dikawasan Hutan Ketelang Bukit Daun wilayah Kecamatan Rimbo Pengadang.

Tiga Orang terduga pelaku yakni, Ha (53) warga Desa Air bening Kecamatan Bermani Ulu Raya, Su (40) warga Desa Purwodadi Kecamatan Bermani Ulu Raya dan IK (42) warga Desa Dusun Sawah Kecamatan Curup Utara.

Penangkapan ketiga tersangka Ilegal logging ini berawal dari dari temuan anggota Polisi Kehutanan, yang melakukan patroli pada 22 Desember 2020 di kawasan hutan Ketelang yang masuk Hutan Lindung Bukit Daun, tepatnya wilayah Kelurahan Rimbo Pengadang. Sekitar Pukul 10.00 WIB, anggota patroli kehutanan menemukan kegiatan penebangan pohon tanpa izin yg dilakukan oleh Su, Ha dan Ik. Yang diketahui tidak memiliki izin dari pejabat yg berwenang, kemudian oleh anggota kehutanan ke 3 tersangka tersebut diamankan ke Polres Lebong.

Setelah menerima laporan, ketiga tersangka langsung dilakukan penahanan, kemudian Polres Lebong juga melakukan pemeriksaan terhadap tersangka dan saksi saksi. Selanjutnya melakukan pemeriksaan dan cek tunggul kayu tebangan pohon didampingi oleh Pihak Dinas Kehutanan Provinsi Bengkulu.

“Ketiga tersangka adalah warga Kabupaten Rejang Lebong. Mereka diamankan kedapatan sedang melakukan pembalakan liar dengan melakukan penebangan pohon tanpa izin. Hasil pemeriksaan lapangan sudah ada sekitar 1 hektar hutan lindung yang mereka tebangi, kayunya rencana akan dijual ke Rejang Lebong,”terang Kapolres Lebong AKBP Ichsan Nur dalam konferensi pers di Mapolres Lebong Selasa (12/01/2021).

Lanjut Kapolres Ichsan, barang bukti yang berhasil diamankan dari tangan para pelaku, yaitu 7 potong kayu jenis Medang ukuran 8 cm x 8cm x 400 cm, 2 unit mesin Chainsaw, satu bilah parang bersarung putih, 1 bilah parang bersarung coklat, jerigen minyak dan beberapa alat lainnya.

“Ketiga tersangka akan dijerat dengan pasal 82 ayat (1), huruf b jo pasal 12 huruf b undang-undang Republik Indonesia Nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan. Dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara,” pungkasnya.(Jajat Wijaya).

Comment