by

Kakek 66 Tahun di Kaur Cabuli Siswi SMP Hingga Hamil

Kaur– Seorang kakek MA(66) asal Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, ditangkap karena diduga mencabuli siswi sekolah menengah Pertama(SMP) hingga berbadan dua.

kata Kapolres Kaur AKBP Dwi Agung Setyono, S.IK, MH melalui Kasat Reskrim AKP Apriadi SH, menerangkan terduga pelaku sudah diamankan di Mapolres Kaur, sejak Senin (28/12) dengan status sebagai tersangka.

“Untuk pelaku pencabulan saat ini sudah kita amankan di tahanan Polres Kaur, dan kasus ini masih dalam penyelidikan kita,” kata¬† Kasat Reskrim AKP Apriadi SH.

MA yang sehari-hari sebagai petani itu diamankan Minggu (27/12) sekitar pukul 18.00 WIB di rumahnya. Penangkapan MA berdasarkan dari laporan Nomor : LP / 757-B / XII / 2020, yang disampaikan korban. Dalam laporan itu, korban menceritakan, peristiwa miris itu terjadi pada April 2020.

Ketika itu sekitar pukul 16.00 WIB, korban disuruh ayahnya mengambil beras ke rumah tersangka. Setibanya di rumah tersangka, korban diajak tersangka untuk menemaninya tidur. Korban yang masih polos itu, kemudian dibujuk akan diberi uang sebesar Rp100 ribu.

Setelah uang diberikan, tersangka menarik korban ke tempat tidur. Setelah melakukan hubungan terlarang itu, tersangka memberikan beras sebanyak lima kilogram. Korbanpun pulang. Merasa aman, tersangka ketagihan. Tersangka kembali merayu korban.

Dari pengakuan korban, dalam rentang April hingga Juni 2020, setidaknya sudah enam kali tersangka mencabulinya. Akibatnya, saat ini korban hamil 7 bulan. Korbanpun menceritakan kepada orangtuanya dan diteruskan ke Polres Kaur. Mendapati laporan korban, tim gabungan Polres dan Polsek Maje langsung bergerak cepat dan langsung meringkus pelaku.

“Mereka ini tetanggaan. Orang tua korban bekerja dengan tersangka. Jadi, korban ini mengambil beras sebagai upah orang tuanya bekerja. Perbuatan ini sudah dilakukan tersangka sebanyak enam kali. Lima kali diantaranya di rumah tersangka dan satu kali dirumah korban. Setiap melakukan hubungan itu, korban selalu diberi uang Rp 100 ribu,” terang Kasat.

Untuk mempertanggungjawabkan atas perbuatannya, tersangka terpaksa harus mendekam di tahanan Mapolres Kaur dan dijerat dengan pasal 81 dan atau pasal 82 UU RI No.17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No 1 Tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas UU RI No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan anak dan ancaman penjara maksimal 15 tahun penjara.

Sumber: Raselnews.com

Comment